Selasa, 23 September 2014

Tak bisa bersamamu selamanya

Bismillahirrohmanirrohim



12 Agustus 2014
Sebelumnya saya akan memperkenalkan diri dulu
Nama : Ayu Andira

            Awal saya buat novel ini adalah terinspirasi waktu saya nulis cerpen di SMA, semenjak itu saya mulai suka nulis-nulis cerita cinta seperti yang saya buat ini.
Mudah-mudahan pembaca senang membaca tulisan saya ini...
Selamat membaca ya guys :)

TAK BISA BERSAMAMU SELAMANYA

            Sudah sekian lama aku putus dengan mantan pacarku hingga sampai saat ini aku belum juga menemukan orang yang tepat untuk menjadi pendamping hidupku. Tak terasa ternyata umurku sudah beranjak dewasa yaitu 23 tahun, yang sekarang masih duduk dibangku kuliah semester 7.
            Pada suatu hari aku dan temanku Rika ingin pergi kesalon yang tak jauh dari kampus. Saat menyeberangi jalan aku tidak melihat kiri kanan jalan, tanpa ku sadari ternyata ada mobil yang melaju kencang dari arah timur. Untung saja seorang cowok yang menolongku dan terbanting ke pinggir jalan dengan posisi aku menimpa tubuhnya. Kami berdua saling bertatapan mata.  Tiba-tiba kemudian temanku mengejutkanku.
"Cinta, kamu gak apa-apa kan?" tanya Rika kepadaku.
Karena kaget aku langsung bangun dari keterpanaanku, begitu juga dengan cowok yang menolongku tadi. Tiba-tiba aku mengucapkan terima kasih kepada cowok itu.
"makasih ya lo udah tolongin gue. ohiya kenalin, nama gue Cinta" kata ku seraya mengacungkan tangan ku tanda perkenalan.
"Iya sama-sama. nama gue Dafa. Btw, lo ga kenapa-napa kan?" kata cowok itu yang ternyata bernama Dafa seraya menjabat tanganku.
 "alhamdulillah engga kenapa-napa kok. maaf ya tadi gue gak sengaja nimpa badan lo.hehe." kata gue lagi.
 "iya gapapa" kata Dafa sambil tersenyum kepadaku. Tiba-tiba......
"ehm ehm..." deham Rika.
Aku baru sadar ternyata dari tadi ada teman ku disini.
"Ehiya, kenalin ini temen gue. namanya Rika" kata aku memperkenalkan Rika kepada Dafa.
"Dafa..." kata Dafa memperkenalkan diri seraya menjabat tangan Rika.
"Rika..." kata Rika.
"Btw,lo berdua mau pergi kemana?" tanya Dafa.
"Ini kita mau ke salon" jawab Cinta.
"Oh, mau gue anterin?"tawar Dafa.
"Gausah, deket kok" kata Cinta sambil berjalan menuju salon.
"Yaudah tapi gue boleh ikut ya" kata Dafa.
"Boleh gapapa, tapi nanti lo gimana?gabosen apa nungguin kita?" kata Cinta.
"Gapapa kok, sekalian gue mau ngeliat kalo cewek itu salonnya kayak gimana. pasti ribet, hehe." kata Dafa.

Beberapa menit kemudian akhirnya kami sampai juga di salon. Sesampainya disana Rika langsung ke ruang perawatan wajah. Aku dan Dafa hanya bisa menunggunya di luar.
"Kok lo gak ikut masuk?"tanya Dafa kepada ku.
"Oh enggak, soalnya gue gak pernah ikut-ikutan perawatan wajah maupun kulit, dengan wajah dan kulit kayak gini gue udah bersyukur kepada sang pencipta. gue kesini cuma mau nemenin Rika doang." kata Cinta.
"Subhanallah.. gue salut sama lo. udah cantik, baik juga" sanjung dafa kepadaku.
"btw, lo tadi mau kemana?" tanya cinta. "gak mungki kan lo kesini cuma buat nolongin gue doang, hehe" lanjut ku sambil nyengir.
"tadi gue disuruh pap......"dafa menghentikan pembicaraannya. "maksudnya ayah gw nyuruh beliin kue" kata dafa sambi berbohong karena sebenarnya dia baru saja beli mobil, dia nggak mau nanti dia disangka sombong oleh cinta.
"Tapi kan disekitar sini nggak ada toko kue..."kata cinta
"Aduh gue lupa" dafa menepok jidatnya, "disini kan cuma ada mall, salon dan dialer mobil. Gue harus ngomong apa nih sama cinta, ngga mungkin gue jujur ntar disangka gue sombong lagi" berbicara dalam hati.
Tiba-tiba gue mengejutkan dafa
"he...."sambil menepuk pundak dafa sehingga membuat dafa kaget."apa-apa.."kata dafa.
"ko lo malah ngelamun sih daf". kata cinta
"ga apa-apa ko cin, hehe"balas dafa
            Sejam kemudian rika keluar kamar perawatan wajah
"Nah itu rika udah keluar"dafa langsung memotong pembicaraan. "Untung aja rika keluar, kalau ngga jadi brabe deh ceritanya" dafa berbicara dalam hati.
"Ya udah kalau gitu kita balik kekampus dulu ya daf".kata cinta
"yuk biar gue anterin".tawar dafa
"ga usah daf, lagian kampus kita deket ko dari sini. sekali naik busway langsung nyampe".
"Ya udah cinta terima aja tawaran dafa, toh dia juga yang mau sekalian ngirit ongkos".kata rika sambil nyengir.
"Lu apa-apaan sih ka, kan ngga enak sama dafa".
"gue ngga keberatan ko nganterin kalian, ya udah tunggu bentar gw ambil mobil dulu".kata dafa. Dafa langsung pergi ambil mobilnya diparkiran, tak lama kemudian dafa telah samapai dihadapan cinta dan rika.
"Wah... mobilnya keren banget, pasti anak orang kaya".kata rika sambil membisikannya ketelinga cinta
"duh rika, malu tahu ntar kalau didenger sama dafa".
"yuk silahkan masuk".tawar dafa
Aku pun langsung masuk ke mobilnya dafa. Sebelum masuk ke mobil tiba-tiba dafa memanggil rika.
"Rika tunggu bentar, ada yang mau gue omongin". kata dafa
"iya, ada apa fa?
"gue minta pin BB nya cinta dong".sambil membisikkan ketelinga rika
"kenapa lo ga langsung minta sama orangnya"?
"gue kaga enak minta langsung sama dia".
"ya udah nih catat pin nya".sambil menyebutkan pin cinta
Dafa langsung mencatatnya.
"ok thanks ya". oh iya bilangin ke dia kalau gue suka sama dia.
Kemudian aku menoleh kearah dafa dan rika
"kalian ngapain"? kata cinta
Dafa dan rika langsung bergegas masuk kemobil
"ga apa-apa ko cin". dafa menebarkan senyum
Akhirnya dafa menyalakan mesin mobilnya dan jalan menuju kampus cinta, sesampainya didepan kampus aku dan rika pun turun dari mobilnya dafa.
"makasih ya daf, udah nganterin kita".kata cinta sambil menerbarkan senyum manisnya ditambah lagi dengan lesung pipinya yang membuat para laki-laki terkagum-kagum bila melihatnya.
"iya sama-sama cin".membalas senyuman sambil berkata didalam hati, lebih baik gue ngomong sendiri kalau gue suka sama cinta. Sebelum dafa menyalakan mesin mobilnya, dafa keluar dari mobil dan berjalan mendekati cinta.
"cin...ada yang mau gue omongin sama lo, tapi lo jangan marah ya"? dafa merasa gugup.
"iy daf, lo mau ngomong apa? cinta penasaran
"gue suka sama lo cin" Apakah ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama, apa lo mau jadi pacar gue? meskipun menurut lo ini terlalu tergesa-gesa, tapi gue terima ko apapun jawaban dari lo, yang penting gue udah ngungkapin perasaan gue sama lo.
"Tapi....".cinta menghentikan pembicaraannya
"Tapi apa cin? (merasa penasaran) apa lo udah punya cowok?
"Tapi...gue ga bisa menolak lo, karena gue juga suka sama lo (sambil tersenyum)
"Jadi lo terima cinta gue"?
cinta mengangguk tanda iya
Karena kegirangan dafa langsung memeluk cinta tanpa peduli diliatin sama orang banyak
"malu diliatin orang daf".
"ga apa-apa yang penting gue bahagia bisa milikin lu". (masih memeluk cinta)
            Setelah genap 1 tahun kita pacaran dan hubungan kita sudah disetujui oleh orangtua kita masing. Dan alhamdulillah kuliah aku pun akhirnya selesai dengan nilai yang memuaskan.
Pada suatu hari direstoran bintang lima dafa berniat untuk melamarku, disana hanya kita berdua karena restoran itu adalah punya papinya dafa jdi restoran itu sengaja ditutup. Sungguh megahnya restoran itu apalagi dihiasi dengan lampu yang berkelap-kelip.
Tiba-tiba dafa memegang erat kedua tanganku yang membuatku jadi gerogi.
"cinta maukah kamu menikah dengan ku dan menjadi pendamping hidup ku".kata dafa yang masih memegang tanganku sambil menatap tajam bola mata ku.
"Tapi...apa aku pantas menikah dengan anak orang bangsawan seperti kamu daf".
Dafa langsung menutup mulut cinta dengan jari telunjuknya" ssstt kamu nggak boleh ngomong gitu cin..perbedaan ekonomi bukanlah menjadi penghambat hubungan kita, toh orangtua kita sudah saling setuju dan kita pun juga saling mencintai. Aku mau kamu selalu ada disetiap waktu ku karena aku sangat menyayangimu. Aku mohon...jadilah pendamping hidup ku (sambi memegang erat tangan cinta).
"Iya daf aku mau menikah denganmu"(menangis haru).
Dafa langsung mengecup kening ku dengan lembut, kemudian dafa mengambil cincin yang ada dikantong celananya yang sengaja sudah dibawa dari rumah, dan memakainya langsung dijari manisku. Pertemuan kami malam itu sungguh mengharukan sampai-sampai pelayan yang melayani kamipun menangis haru setelah menyaksikan betapa tulusnya cinta kami.
            Sebulan setelah malam itu akhirnya kami melanjutkan kejenjang pernikahan. Beribu-ribu orang menyaksikan pernikahan kami baik yang diundang maupun tidak diundang, semuanya kami perbolehkan masuk ga tahu kaya ataupun miskin. Setelah pernikahan kami selesai tiba lah malam pertama pernikahan kami sedang asyik berduaan, tiba-tiba ada makhluk aneh yang memasuki tubuhku, aku langsung berteriak sehingga membuat dafa terkejut dan langsung memanggil orangtua kami.
"Dafa cinta kenapa"? kata mami nya dafa
"ga tahu mi" Tiba-tiba cinta langsung berteriak
"Yah, tolong panggil orang pintar dekat sini" kata ibu
"ya bu". kata ayah sambil melangkah keluar kamar
"Pi tolong cepat pegangin cinta takutnya nanti dia lari keluar" kata mami
"iya mi". kata papi sambil memegang kaki cinta
Dafa, ibu, mami juga ikut memegang cinta dan ditolong juga dengan kakak dan kakak iparnya dafa. Dalam kejadian itu, katanya aku memanggil-manggil nama ferdi yaitu mantan pacarku waktu SMA, mungkin dia tidak terima atas pernikahanku dengan Dafa karena dulu dia sangat mencintaiku. Aku pergi meninggalkannya demi cita-cita yang aku impi kan dikota jakarta ini.
"Ferdi..? Ferdi siapa bu? kata dafa yang masih penasaran dengan nama ferdi
"Ferdi itu adalah mantan cinta waktu SMA nak, dia dulu sangat mencintai cinta tapi ibu dan ayah melarangnya pacaran sama Ferdi, karena dia orangnya suka mabuk-mabukan". kata ibu menjelaskan
Dafa menangis melihat keadaan cinta, dia merasa iba karena cinta belum juga sembuh. Tak lama kemudian orang pintar yang tadi dipanggil ayahpun datang dan langsung mengobati penyakitku. Alhamdulillah beberapa menit kemudian aku sadar dari sakitku, dan terbaring lemah ditempat tidur.
"Mas aku kenapa"? kata cinta setelah sadar dari sakitnya
aku tak menyadari apa yang terjadi, aku hanya merasakan sakit dan tubuhku merasa pegal-pegal.
"Kamu nggak kenapa-kenapa ko sayang". kata dafa sambil berbohong. "kamu cuma kecapean aja.
Mami, ibu dan semuanya meninggalkan kami berdua dikamar. Kemudian tanpa disadari air mata Dafa menetes kepipi karena merasa iba melihat orang yang amat disayanginya sakit.
"kamu kenapa mas,ko nangis?
"Ngga apa-apa ko sayang, aku cuma ngga mau kamu sakit".
"Kan aku ngga sakit mas, cuma pegal-pegal dikit doang ko". Ya udah kalau gitu kamu jangan nangis lagi ya mas, nanti aku jadi ikutan sedih. (sambil mengusap air mata yang ada dipipi Dafa dan mengecup kening dafa).
" I LOVE YOU mas"
" I LOVE YOU too sayang"
"Oh ya mas nanti kita honeymoon kemana'?
"Kamu kan masih sakit sayang, ntar kalau kamu udah sehat baru kita pergi honeymoon".
"Tapi aku kan ngga sakit mas". (sambil menyenderkan tubuhnya kedada Dafa) pokoknya minggu ini kita harus pergi honeymoon
Dafa ngga bisa menolak kemauan istri tercintanya
"Iya sayang" (sambil membelai wajah cinta)
" Ya udah sekarang kamu istirahat aja dulu"(sambil mengecup kening cinta)
Akupun mengikuti perintah suamiku dan akhirnya tertidur lelap
            Keesokan harinya kami sekeluarga ngumpul diruang tamu
"Bu, Minggu besok kita mau pergi honeymoon y? boleh ya bu, mi.....
"Tapi kamu kan". (Kata-kata mami terhenti ketika menoleh ke Dafa) dafa bebisik dan memohon supaya mami membolehkan mereka pergi, karena Dafa ngga sanggup melihat Cinta sedih
Cinta  : Tapi kenapa mi?
Mami:  ngga apa-apa ko (menyembunyikan sesuatu). Ya udah mami bolehkan kalian pergi, tapi kalian harus jaga kesehatan dan jangan sampai telat makan.
Ibu     : Ibu juga membolehkan kalian pergi, emang kalian mau honeymoon kemana?
Dafa  : Kami mau honeymoon ke Australia bu
Cinta : Apa mas, kita honeymoon ke Ausatralia...(karena kegirangan akupun langsung memeluk dan mencium suamiku) makasih y sayang, itu kan negeri impianku
Dafa  : Aku tahu sayang, makanya aku ingin membuatmu seneng (menebarkan senyum)
Cinta : Emang mas tahu dari mana, kalau australia adalah negeri impianku
Dafa : Kan aku baca diary kamu sayang...(sambil mengusap rambutku)
Cinta : iiihh ko kamu ngga kasih tahu kalau kamu buka diary aku (sambil menepuk manja dada dafa).
Dafa : Kan aku suami mu sayang, jadi ngga apa-apa kan aku buka diary kamu
Cinta : iya sih,,tapi makasih ya sayang (sambil mengecup kening Dafa)
            Seminggu kemudian akhirnya kami pun sampai di Australia, kami berfoto-foto dan tak lupa merekam video buat kenang-kenangan nantinya. Aku juga tak lupa membawa boneka kesayanganku yang dulu pernah dikasih Dafa sewaktu kami pacaran, aku pun merasa sangat bahagia akhir nya sampai juga dinegeri impian ku.
Cinta : Mas jangan lupa telpon orangtua kita kalau kita udah sampe
Dafa  : Tadi udah abang telpon ko dek
Cinta : Syukur deh mas kalau gitu
Tak lam kemudian kami pun sampai dihotel berbintang di Australia yaitu tempat penginapan kami selama sebulan, karena kecapean aku pun langsung merebahkan badan ku ketempat tidur dan akhirnya tertidur pulas.
Keesokan harinya kami pergi jalan-jalan melihat keindahan kota Australia. Empat minggu sudah berlalu, dan dua hari lagi kami akan kembali lagi ke tanah air yaitu Indonesia.
Malam itu aku dan Dafa lagi menyantap makanan, tiba-tiba perut ku terasa mual dan langsung pergi kekamar mandi karena terasa ingin muntah. Dafa pun tak tinggal diam dan langsung mencari minyak telon dan mengoleskannya keperut ku, berkali-kali aku muntah tetapi cuma hanya mengeluarkan air dari mulut ku. Karena panik tiba-tiba Dafa langsung menelpon ibu dan menceritakan apa yang telah dialami cinta. Kemudian ibu mengatakan
Ibu  : Jangan-jangan Cinta hamil...
Dafa : Apa bu, Cinta hamil (Kegirangan)
Karena kegirangan Dafa langsung mengucap salam dan menutup telponya dan kemudian menghampiri Cinta yang lagi duduk diatas sofa, dan langsung memeluk cinta
Dafa : Sayang kamu hamil (sambil memangku Cinta)
Cinta : Apa mas, aku hamil...(merasa senang) Untuk membuktikan nya, besok sebelum kita berangkat kejakarta kita kedokter dulu buat ngecek kehamilan kamu.
Keesokan hari pun Cinta dan Dafa pergi kerumah sakit terdekat untuk mengecek kehamilan cinta, dan ternyata benar bahwa Cinta telat dua minggu. Dafa dan Cinta merasa seneng sekali, mereka semakin tidak sabar pengen cepat-cepat sampai kejakarta dan menceritakan semuanya kekeluarga besar nya.
            Keesokan hari nya pun kami sampai di Jakarta, sesampainya dirumah Dafa langsung menceritakan kekeluaraga besar kita, kalau aku sedang hamil. Kami semua merasa senang dan kami juga tak lupa mengucap syukur kepada sang pencipta.
Dengan kehamilan ku itu, aku sangat dimanja oleh keluarga tertama Dafa. Apa yang aku ingin kan selalu dipenuhi oleh Dafa, aku pun merasa bahagia punya suami sebaik Dafa. Dafa sering mencium perutku dan menyanyikan lagu untuk cabang bayi.
Setiap minggu dokter selalu memeriksa kehamilan ku supaya bayi kita sehat-sehat saja, utung aja itu adalah dokter pribadi keluarga kami jadi aku ngga perlu capek-capek bolak balik kerumah sakit. Sudah genap sembilan bulan aku hamil, pada suatu malam aku merasakan sakit diperut ku, aku langsung membangun kan Dafa yang lagi tertidur.
Cinta : Mas...bangun mas (membangunkan Dafa sambil memegang perut ku yang sakit)
Dafa langsung terbangun dari tidurnya dan melihatku yang lagi menahan sakit.
Dafa : Kamu kenapa sayang..
Cinta : Aku sudah ngga tahan lagi mas, perut ku sakit..(menangis menahan sakit)
Dafa langsung pergi keluar kamar dan membangun kan orang serumah. Tak lupa juga memanggil dokter yang sengaja malam itu menginap dirumah Dafa. Dokter langsung memeriksa ku dan ternyata aku mau melahirkan, Dafa duduk disampingku dan memegang tanganku. Berkali-kali dokter menyuruhku mengambil nafas untuk mempermudah proses penglahiran, Dafa pun juga ikut apa yang disuruh dokter kepadaku.
Beberapa menit kemudian akhirnya aku melahirkan seorang bayi perempuan yang kemudian langsung diqomat kan oleh Dafa, kami sekeluarga mengucapkan syukur atas kelahiran bayi ku dan Dafa.
Dafa : Aku akan memberi nama Radiatul Aliyah Ayunda. Ayunda adalah gabungan nama kami berdua, karena nama lengkap ku Cinta Rahayu Putri.
Ayah : Nama yang bagus
Dafa : Hidung nya kaya aku ya yah? (sambil memegan hidung aliya) untung aja hidung kamu ngga seperti hidung mama kamu ya sayang hehe (ngeledek)
Cinta : iihhh tapi kan mulut sama alis nya mirip aku yeee..(tak mau kalah)
Dafa : iya...anak kita mirip kamu ko sayang, cantik dan manis, semoga nanti dia jadi anak soleha
Cinta : amiiinn
            Beberapa minggu kemudian aku sudah dibolehkan turun dari tempat tidur dan sering bermain dengan anakku.
Sekarang umur anakku genap sepuluh bulan. Suatu hari aku, suamiku dan juga anakku bermain-main ditempat tidur. Tiba-tiba aku kebelet pipis dan berlari-lari kekamar mandi, aku tak tahu kalau lantainya licin karena belum dibersihkan oleh pembantu dan baru saja dikasih pengepel lantai yang membuat ku terjatuh dan kepala ku kejedot bak mandi.
Dafa langsung kaget dan langsung berlari setelah aliya dimasukkan ketempat tidur nya.
Dafa : Mama....(berteriak) "melihat kejadian itu Dafa langsung merangkul ku,aku pun langsung dibawa kerumah sakit karena darah tak berhenti mengalir dari kepalaku dan akhirnya aku dirawat". Setelah benturan keras dikepalaku dokter menceritakan ke Dafa apa yang telah terjadi pada ku
Dokter : Saudara Dafa mohon keruangan saya sebentar.
Dafa mengikuti langkah dokter yang baru saja sampai diruangannya
Dokter : Begini nak Dafa, ada satu hal yang perlu anda ketahui, setelah benturan keras dikepala istri anda dan mengakibatkan istri anda mengidap penyakit kanker otak.
Dafa : apa, kanker otak...(terkejut, tanpa disadari Dafa meneteskan air mata) ngga mungkit dok, itu ngga mungkin (Dafa ngga bisa menerima kejadian yang menimpa istrinya). Saya mohon dok sembuh kan istri saya, berapapun baiayanya akan saya bayar.
Dokter : Maaf nak Dafa kami tidak bisa melakukan operasi, karena kalau seandainya operasinya berhasil maaf kata istri anda akan lumpuh total dan seperti orang idiot. Untuk menyembuhkan penyakitnya hanyalah do'a. Setelah mendengar penjelasan dari dokter akhirnya Dafa keluar dari ruangan dokter tersebut, kemudian Dafa meninju-ninju dinding karena merasa menyesal bahwa dia tidak bisa menjaga istrinya dengan baik. Lalu Dafa pergi keruang perawatanku, dan menceritakan semua yang telah terjadi kepada keluarga. Aku mendengar semua percakapan mereka, mereka mengira aku masih dalam keadaan pingsan. Beberapa menit kemudian aku pun bangun, Dafa pun membantuku untuk bangun.
Cinta : Anak kita mana mas?
Dafa : Itu lagi digendong sama kak Vina
Cinta : Aku mau menggendongnya mas
Kemudian Dafa memanggil kak Vina dan memberikan aliya kepada ku. Tanpa disadari air mata menetes membasahi pipiku, aku teringat kalau seandainya aku mati nanti siapa yang akan menjaga dan merawat anakku. Tak lama kemudian keheninganku diganggu oleh suara-suara yang terdengar dari luar, kemudian Dafa mendekatiku
Dafa : Kamu kenapa menangis ma? (sambil mengusap air mataku)
Cinta : ngga apa-apa kok pa, oh iya pa aku mau pulang dan aku ngga mau dirawat dirumah sakit terus. Aku ngga suka bau rumah sakit, aku mau kita semua berkumpul dirumah.
Dafa : Tapi kan kamu belum sembuh ma..
Cinta : Please pa, kita pulang ya siang ini (membujuk Dafa)
Dafa memandang sekeliling, semua orang baik mami, ibu dan yang lainnya mengangguk iya. Siang itu pun juga akhirnya aku keluar dari rumah sakit dan pulang kerumah. Sesampainya dirumah aku langsung kekamar dan bermain dengan anakku, Dafa juga mengikutiku dari belakang. Tampak diwajah Dafa bahwa dia merasa iba melihat keadaan Cinta.
Cinta : Sini pa, ada yang mau mama omongin sama papa
Dafa : iya mah, kamu mau ngomong apa?
Cinta : Pa, kalau seandainya umur mama ngga panjang lagi..kata-kata Cinta terhenti setelah Dafa menutup mulut Cinta dengan jari telunjuknya.
Dafa : sstt kamu ngga boleh ngomong seperti itu ma (sambil memeluk dan mencium keningku berkali-kali). Kamu akan selalu bersamaku selamanya ma dan juga anak kita, kamu ngga boleh ngomong seperti lagi ya ma..
            Beberapa hari kemudian aku lagi menyusui anakku, tiba-tiba ada darah yang keluar dari hidungku. "Ya allah apakah ini akhir hidupku"(bicara dalam hati).
Hal itu tidak diketahui oleh Dafa, karena aku ngga mau Dafa sedih melihat keadaanku. Berkali-kali hidungku berdarah yang mengakibatkan wajahku terlihat pucat.
Dafa : Ma, wajah kamu kok pucat? terus dihidung kamu juga ada bekas darah
Cinta : Ngga pa, ini cuma mimisan..mungkin karena cuacanya panas (berbohong)
Dafa : kalau gitu kita kedokter aja yu ma?
Cinta : Ga usah pa, kan hidung aku ngga berdarah lagi (meyakinkan)
Dafa : Ya udah kalau gitu kamu istirahat ya mah, jangan banyak-banyak gerak dulu, takutnya ntar hidung kamu berdarah lagi
Cinta : iya pah
Dafa kemudian keluar dari kamarnya
            Keesokan harinya hidungku kembali berdarah dan aku hanya membiarkannya menetes dibajuku, berkali-kali ku mencium wajah anakku dan membuat wajah anakku berlumuran darah. Tak biasanya aku seperti ini, tiba-tiba ada suara langkah kaki menuju kamarku ternyata itu adalah Dafa. Aku ngga bisa berbuat apa-apa
Dafa : Mah, kok ini ada tetesan darah (sambil mencolek darah)
Cinta : ngga tahu pa (sambil menutup mulut)
Kemudian Dafa mendekatiku
Dafa : Mah dibaju kamu juga ada darah (sambil membalikkan badanku)
Aku tak bisa berbuat apa-apa, ku biarkan Dafa melihat keadaanku. Mungkin inilah saatnya Dafa mengetahui keadaanku yang sebenarnya, tak ada yang bisa ku tutupi lagi darinya.
Dafa : Mah, apa yg sudah terjadi? kenapa hidung kamu berdarah?(sambil menggoyang-goyangkan tubuhku dengan penuh pertanyaan) karena Dafa belum menyadari bahwa itu adalah penyakit yang dialami Cinta.
Cinta : Aku tahu semua percakapan papa dengan keluarga dirumah sakit waktu itu, bahwa aku mengidap penyakit kanker (sambil menangis tersedu-sedu).
Dafa : Tapi kenapa kamu tidak menceritakan kalau hidung kamu berdarah ma...
Cinta : Aku ngga mau melihat kamu sedih dan memikirkan sakit ku ini pa.
Dafa langsung memelukku dan menangis terisak-isak, kemudian Dafa menyeka darah yang keluar dari hidungku dengan bajunya.
Cinta : Pa,,, kamu mau berjanji ngga sama aku
Dafa : iya mah, apa?
Cinta : Setelah aku tiada nanti, aku mau menikah lagi dengan perempuan yang baik hati yang nantinya mau menjaga dan merawat anak kita pa...
Dafa : Tapi ma...(masih memelukku dan menangis)
Cinta : Aku mohon pa, aku ngga mau setelah anak kita besar nanti dia mencari-cari ibunya (Sambil mencium anakku)
Dafa : iya mah papa janji
Cinta : I love you (suara terputus-putus)
Dafa : I love you too mah
           
Setelah kalimat itu akhirnya nafasku terhenti,akupun merasa bangga karena aku mati dipelukan suamiku. Dafa pun berteriak dan menangis histeris.
Mama...........

Besambung...


Jangan kemana-mana tunggu ceritaku selanjutnya ya hehee